Tidak mudah menjelaskan keadaanku kini. Karena suasana yang terbentuk demikian beragam. Untuk memberikan satu definisi yang 'komplit' sepertinya tak bisa. ku dengan sejuta rasa yang kini kurasakan tak bisa menjawab apa-apa, tak bisa menjelaskan apa-apa. Hanya sebuah asa yang masih terpanjatkan,semoga senyum masih mampu mewarnai wajahku, untuk sekedar memberi tanda orang lain bahwa aku tak apa-apa. Agar pula mereka tahu -ketika terpaksa tahu- mereka tak boleh terseret dalam lautan perasaanku yang tak menentu ini..
Menyerahkan segalanya pada Tuhan dan 'membiarkanNya' menjawab semua tanya dan pintaku. Tak akan ada yang abadi. Semua berubah untuk kemudian mati. Hanya perubahan dan kematian itu sendiri yang akan abadi. Adapun kita manusia hanya bisa mengeja kata demi kata pada setiap bait puisi perjalanan hidup yang Tuhan ciptakan tnpa bisaa sedikitpun membantah apalagi menghindar darinya..
Sebuah pendalaman atau biasa orang masa kini sebut, kontemplasi menjadi hal yang niscaya ketika kita kehilangan arah untuk mencapai tujuan, ketika 'kompas' kehidupan jatuh karena tergilas edannya zaman. Seyoyanya kita harus mencari dan melanjutkan separuh perjalanan kehidupan ynag tersisa.
akhirnya, hanya padaMu, setiap detik ku sembahkan,
permintaan maaf -yang maaf terlalu sering kuucapakan untuk kemudian kuulangi lagi- kupanjatkan -kagi- padaMu...
terima kasih --walau kurasa tak cukup- ku senandungkan untukMu..
terimalah amal-amal ibadahku, sebagai bekal keercayaan dirika untuk 'menagih' sebuah Rahmat dariMu kelak di sebuah Pengadilan RaksasaMu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
beri tahu aku sesuatu kawan..