Aku baru saja 'mencapai' impian jangka pendek ku. Ya! aku baru saja mengajar teman! mengajar anak-kecil yang mungkin bagi sebagian orang menyebalkan, menjengkelkan dan menggeramkan. Tapi bagiku, inilah 'surga' Allah. Tempat dimana kita bisa merasakan nafas makhluk-makhluk Allah yang masih seputih salju. Mereka masih dikelilingi malaikat-malaikat nan jelita. Banyak yang kudapat dari sana. Rasa gemas, rasa iba, ingin tertawa... dan aku melupakan satu hal yang mungkin itu hal yang sangat dekat denganku, karena hampir menjadi kebiasaanku ketika menghadapi sesuatu yang membuatku sulit. Yaitu menangis, Ya! menangis... hey! apa ini?Aku lupa menangis, bahkan aku tak terpikir untuk menangis. Karena aku benar-benar bahagia. Aku tersenyum lepas... karena di sana, I became my self.
Aku membimbing adik-adik itu baru beberapa jam, tapi kebahagiaan yang kurasa demikian hebat. Hingga, jikalau aku diizinkan, mungkin aku ingin tidur dengan mereka saja. HE3.
Aku ingin menjadi Bu Muslimah Kedua...
Aku ingin mendengar salah satu dari mereka menjadi 'otrang hebat' yang tak hanya mbertumpu tangan. I LOVE THEM.. "Perisai HAti"
Jumat, 17 April 2009
Jumat, 10 April 2009
tulisan ini saya dapat dari teman yang cukup membuat hati saya bergetar... dan menangis..
Ini mengenai NILAI KASIH SEORANG IBU.
Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk di dapur, kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibu menerima kertas tersebut dan membacanya<
Ongkos upah membantu Ibu:
- membantu di warung; 20 ribu.
- menjaga adik 20 ribu.
- membuang sampah 5 ribu.
- membereskan tempat tidur 10 ribu.
- menyiram bunga 15 ribu.
- menyapu 15 ribu.
JUMLAH = 85 ribu
selesai..
Membaca, Ibu tersenyum, mengambil pena dan menulis di belakang kertas yang sama:
- mengandung selama 9 bulan -GRATIS-
- jaga malam karena menjagamu -GRATIS-
- air mata yang menetes karenamu -GRATIS-
- khawatir memikirkan keadaanmu -GRATIS-
- menyediakan makan, minum, pakaian & keperluanmu -GRATIS-
Jumlah keseluruhan nilai kasihQ : GRATIS
Berlinang setelah membacanya, lalu memeluk Ibunya dan berkata, "aku sayang Ibu.."
Kemudian dia mengambil pena dan menulis di surat yang ditulisnya:
"LUNAS"
Mother is the Super Hero in the World...
I So Love U Ummi...
Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk di dapur, kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibu menerima kertas tersebut dan membacanya<
Ongkos upah membantu Ibu:
- membantu di warung; 20 ribu.
- menjaga adik 20 ribu.
- membuang sampah 5 ribu.
- membereskan tempat tidur 10 ribu.
- menyiram bunga 15 ribu.
- menyapu 15 ribu.
JUMLAH = 85 ribu
selesai..
Membaca, Ibu tersenyum, mengambil pena dan menulis di belakang kertas yang sama:
- mengandung selama 9 bulan -GRATIS-
- jaga malam karena menjagamu -GRATIS-
- air mata yang menetes karenamu -GRATIS-
- khawatir memikirkan keadaanmu -GRATIS-
- menyediakan makan, minum, pakaian & keperluanmu -GRATIS-
Jumlah keseluruhan nilai kasihQ : GRATIS
Berlinang setelah membacanya, lalu memeluk Ibunya dan berkata, "aku sayang Ibu.."
Kemudian dia mengambil pena dan menulis di surat yang ditulisnya:
"LUNAS"
Mother is the Super Hero in the World...
I So Love U Ummi...
Kamis, 09 April 2009
Jangan Ambil Ia sekarang...
Aku masih terlalu kanak-kanak untuk kau tingglakan...
Aku masih terlalu egois untuk meniru kesabaranmu...
Aku masih tak bisa menangkap pelajaran-pelajaran darimu dengan hati...
Aku masih ingin menatapku dengan mata batinku, dengan sanubariku dan dengan kisah-kisahku...
Tuhan, atas rahmatMu yang maha luas,
jangan ambil Ia sekarang,
ketika aku belum bisa dengan mudah membedakan mana putih dan hitam,
ketika aku masih gagap mengartikan sebuah keistiqomahan yang ia junjung tinggi dalam hidup.
Aku mohon dengan sangat Tuhan...
Jangan Ambiul Ia Sekarang...
Aku masih terlalu egois untuk meniru kesabaranmu...
Aku masih tak bisa menangkap pelajaran-pelajaran darimu dengan hati...
Aku masih ingin menatapku dengan mata batinku, dengan sanubariku dan dengan kisah-kisahku...
Tuhan, atas rahmatMu yang maha luas,
jangan ambil Ia sekarang,
ketika aku belum bisa dengan mudah membedakan mana putih dan hitam,
ketika aku masih gagap mengartikan sebuah keistiqomahan yang ia junjung tinggi dalam hidup.
Aku mohon dengan sangat Tuhan...
Jangan Ambiul Ia Sekarang...
PEMILU yang Kian Kehilangan Wibawa
Pemilihan Umum (PEMILU)yang tadi pagi di gelar seperti kehilangan wibawanya sebagai ajang pesta demokrasi rakyat. Moment yang diadakan 5 tahun sekali itu tak banyak mendapatkan perhatian publik khususnya masyarakat grass root. Rakyat seperti telah kehilangan kepercayaan terhadap apa yang telah dilakukan 'penguasa negeri' selama ini. Mereka telah capek di perdaya oleh bandit-bandit politik. Di 'timang-timang' oleh janji-janji super manis untuk kemudian di 'banting' ketika telah mendapatkan kursi kehormatannya. Sehingga rakyat dilanda traumatik hebat dikarenakan hal tersebut.
Namun, ketua MPR, Hdayat Nur Wahid, sebagaimana yang dilansir oleh harian Jawa Pos edisi Kamis,09/04/09 mengatakan, bahwa kita selayaknya menjadikan moment Pemilu kali ini adalah sebagai ajang "penghukuman" bagi para bandit-bandit politik, yaitu dengan cara tidak memilih mereka yang dinilai mempraktikkan politik kotor dalam kancah perpolitikan negeri.
Mungkin golput bukan pilihan yang bijaksana dalam membantu pemerintah 'mereparasi' perpolitikan bangsa ini. namun ketika hampir semua elite politik telah merusak nama baik politik, masihkah hal tersebut bisa dipercaya?
sebagaimana telahg diketahui bahwa tidak mudah mengembalikan apa yang telah terbangun dalam otak kita dan menjadi pemandangan sehari-hari. mungkin butuh waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan itu.
Akhirnya, untuk para pejuang kebanaran yang masih tersisa yang mengkin terselip diantara mereka para pecundang-pecundang politik, jangan suruit oleh apapun yang menghalangimu. Masih tersisa sepenggal kepercayaan rakyat untukmu....
Namun, ketua MPR, Hdayat Nur Wahid, sebagaimana yang dilansir oleh harian Jawa Pos edisi Kamis,09/04/09 mengatakan, bahwa kita selayaknya menjadikan moment Pemilu kali ini adalah sebagai ajang "penghukuman" bagi para bandit-bandit politik, yaitu dengan cara tidak memilih mereka yang dinilai mempraktikkan politik kotor dalam kancah perpolitikan negeri.
Mungkin golput bukan pilihan yang bijaksana dalam membantu pemerintah 'mereparasi' perpolitikan bangsa ini. namun ketika hampir semua elite politik telah merusak nama baik politik, masihkah hal tersebut bisa dipercaya?
sebagaimana telahg diketahui bahwa tidak mudah mengembalikan apa yang telah terbangun dalam otak kita dan menjadi pemandangan sehari-hari. mungkin butuh waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan itu.
Akhirnya, untuk para pejuang kebanaran yang masih tersisa yang mengkin terselip diantara mereka para pecundang-pecundang politik, jangan suruit oleh apapun yang menghalangimu. Masih tersisa sepenggal kepercayaan rakyat untukmu....
Senin, 06 April 2009
Ketika tak satupun..
ketika semua tak lagi melihatku,
aku berharap kau memandangku.
ketika semua tak lagi memanggilku...
kuharap kau mendendangkan namaku..
ketika semua tak lagi memperhatikanku..
ku harap kau membuatku selalu dalam dekapan hangatmu.
kau datang disaat aku benar-benar dalm kekalutan..
bisa mendengar kau mengatakan hal itu merupakan kebahagiaan yang menjadi angan-angan ku selam ini.
tak kusangka, Tuhan begitu cepat memberi jawaban atas semua ini
dan tak kusangka pula, begitu manis terasa....
terima kasih Tuhan..:)
aku berharap kau memandangku.
ketika semua tak lagi memanggilku...
kuharap kau mendendangkan namaku..
ketika semua tak lagi memperhatikanku..
ku harap kau membuatku selalu dalam dekapan hangatmu.
kau datang disaat aku benar-benar dalm kekalutan..
bisa mendengar kau mengatakan hal itu merupakan kebahagiaan yang menjadi angan-angan ku selam ini.
tak kusangka, Tuhan begitu cepat memberi jawaban atas semua ini
dan tak kusangka pula, begitu manis terasa....
terima kasih Tuhan..:)
Jumat, 03 April 2009
makna 'orang tua'
Tuhan telah memilihkan 2 pasang manusia yang akan melahirkan, merawat, memberi kita pangan, sandang dan papan dan memenuhi seluruh kebutuhan hidup kita tanpa pamrih sedikitpun. mereka yang tuhan titahkan kepada kita untuk memanggilnya dengan sebutan "orang tua". dalam cara memanggil mereka, kita memiliki 'adat' tersendiri. sebagian diantara kita memanggil mereka dengan aba/ummi,mama/papa,ayah/ibu, nyak/ babe atau panggilan-panggilan 'sayang' lainnya.
sebanarnya seberapa 'berhak' mereka dalam memiliki kita? apakah kita sama dengan budak di hadapan mereka? ataukah seperti teman sehingga kedudukan mereka dan kita sebagai anak sama?
kami menunggu komentar anda...
sebanarnya seberapa 'berhak' mereka dalam memiliki kita? apakah kita sama dengan budak di hadapan mereka? ataukah seperti teman sehingga kedudukan mereka dan kita sebagai anak sama?
kami menunggu komentar anda...
Puas..........
tak ada yang perlu di risaukan dalam hidup. satu-satunya yang harus di pikirkan dalam hidup hanya Tuhan. apakah kita telah menunaikan 'janji' sakral kita yang telah terucap dahulu ketika bunda mengandung?,apakah juga kita telah benar-benar memposisikan Tuhan hanya dalam hati sehingga 'kesucian-Nya' tidak terenggut oleh masa dan ruang?, apakh telah kita tanamkan akhlaq kita agar menjadi "makarim"?, apakah orang-orang yang bertitle 'keluarga' telah kita cintai 'secara baik-baik' tanpa menggeser sedikitpun Tuhan dari nurani kita.........
WAKTUNYA BERPIKIR KAWAN...
WAKTUNYA BERPIKIR KAWAN...
Langganan:
Postingan (Atom)