Tidak mudah menjelaskan keadaanku kini. Karena suasana yang terbentuk demikian beragam. Untuk memberikan satu definisi yang 'komplit' sepertinya tak bisa. ku dengan sejuta rasa yang kini kurasakan tak bisa menjawab apa-apa, tak bisa menjelaskan apa-apa. Hanya sebuah asa yang masih terpanjatkan,semoga senyum masih mampu mewarnai wajahku, untuk sekedar memberi tanda orang lain bahwa aku tak apa-apa. Agar pula mereka tahu -ketika terpaksa tahu- mereka tak boleh terseret dalam lautan perasaanku yang tak menentu ini..
Menyerahkan segalanya pada Tuhan dan 'membiarkanNya' menjawab semua tanya dan pintaku. Tak akan ada yang abadi. Semua berubah untuk kemudian mati. Hanya perubahan dan kematian itu sendiri yang akan abadi. Adapun kita manusia hanya bisa mengeja kata demi kata pada setiap bait puisi perjalanan hidup yang Tuhan ciptakan tnpa bisaa sedikitpun membantah apalagi menghindar darinya..
Sebuah pendalaman atau biasa orang masa kini sebut, kontemplasi menjadi hal yang niscaya ketika kita kehilangan arah untuk mencapai tujuan, ketika 'kompas' kehidupan jatuh karena tergilas edannya zaman. Seyoyanya kita harus mencari dan melanjutkan separuh perjalanan kehidupan ynag tersisa.
akhirnya, hanya padaMu, setiap detik ku sembahkan,
permintaan maaf -yang maaf terlalu sering kuucapakan untuk kemudian kuulangi lagi- kupanjatkan -kagi- padaMu...
terima kasih --walau kurasa tak cukup- ku senandungkan untukMu..
terimalah amal-amal ibadahku, sebagai bekal keercayaan dirika untuk 'menagih' sebuah Rahmat dariMu kelak di sebuah Pengadilan RaksasaMu..
Senin, 23 November 2009
Jumat, 30 Oktober 2009
Selamat Datang "Kedewasaan"...
Untuk yang kesekian kalinya, aku mengadu pada 'kedewasaan'ku, mengapa aku tak kunjung menemuinya. Sampai saat ini, aku hanya bisa mendefinisikan "nya" dalam alam maya-ku tanpa bisa merasakannya dengan jelas. Aku hanya bisa meraba untuk kemudian menerjemahkannya kedalam 'bahasa'ku sendiri.
Mungkin definisi yang berhasil ku rangkai dari serpihan-serpihan pengalaman yang berserakan dalam ruang hidupku, masih terlalu 'kerdil' untuk aku akui sebagai definisi terhebat sepanjang zaman. Karena bagi sebagian orang yang menamai dirinya cendekia atau apalah, memilih kata-kata sama dengan mempertaruhkan harga diri. Maka kesalahan memilih kata-kata, atau kurang benar dalam meletakkan makna berarti "bunuh diri". Menakutkan bukan? terlalu idealis...
Namun aku tidak termakan ucapan mereka... Walau sederhana, namun aku yakin mampu membuat 'nilai'ku bertahan, yaitu kesabaran.
Mendefinisikan bukan berarti telah mengalaminya. Karena bagiku, "mendefinisikan" adalah "harapan"....
Sehingga, pada suatu hari yang indah, aku akan berkata;
SELAMAT DATANG KEDEWASAAN.... :)
Mungkin definisi yang berhasil ku rangkai dari serpihan-serpihan pengalaman yang berserakan dalam ruang hidupku, masih terlalu 'kerdil' untuk aku akui sebagai definisi terhebat sepanjang zaman. Karena bagi sebagian orang yang menamai dirinya cendekia atau apalah, memilih kata-kata sama dengan mempertaruhkan harga diri. Maka kesalahan memilih kata-kata, atau kurang benar dalam meletakkan makna berarti "bunuh diri". Menakutkan bukan? terlalu idealis...
Namun aku tidak termakan ucapan mereka... Walau sederhana, namun aku yakin mampu membuat 'nilai'ku bertahan, yaitu kesabaran.
Mendefinisikan bukan berarti telah mengalaminya. Karena bagiku, "mendefinisikan" adalah "harapan"....
Sehingga, pada suatu hari yang indah, aku akan berkata;
SELAMAT DATANG KEDEWASAAN.... :)
Minggu, 20 September 2009
Apakah aku bisa....
Aku percaya, bahwa setiap orang terlahir dengan talentanya masing-masing. Akupun percaya bahwa setiap orang pasti meiliki kekurangan yang tidak lebih banyak dari kelebihannya. Tuhan Maha adil. Ia menyeragamkan ketentuan tersebut pada semua hamba-hambaNya. Namun yang kemud
Sabtu, 27 Juni 2009
welcome my vacation!
liburan semester genap yang akan, atau mungkin sedang dihadapi oleh para mahasiswa cukup membuat para mahasiswa seng, susah maupun sebuah peluang.
bagi mereka yang senang, bisa "dibaca" bahwa mereka hanya menggunakan moment libur panjang ini hanya sebagai refreshing yang berkepanjangan.
sedangkan bagi mereka yang susah, bisa ditarik kesimpulan, bahwa moment ini merupakan moment "menakutkan" bagi mereka. mungkin disebabkan karena suasana rumah yang tidak bersahabat, karena banyak amanat yang harus ditanggung, dll.
adapun mereka yang menjadikan moment libur panjang ini sebagai peluang, biasanya mereka mengisinya dengan bekerja, atau melakukan apapun yang menghasilkan uang.
itulah menurut saya 3 tipe mahasiswa dalam moment libur panjang.
jika anda mahasiswa, ada dimanakah anda?
bagi mereka yang senang, bisa "dibaca" bahwa mereka hanya menggunakan moment libur panjang ini hanya sebagai refreshing yang berkepanjangan.
sedangkan bagi mereka yang susah, bisa ditarik kesimpulan, bahwa moment ini merupakan moment "menakutkan" bagi mereka. mungkin disebabkan karena suasana rumah yang tidak bersahabat, karena banyak amanat yang harus ditanggung, dll.
adapun mereka yang menjadikan moment libur panjang ini sebagai peluang, biasanya mereka mengisinya dengan bekerja, atau melakukan apapun yang menghasilkan uang.
itulah menurut saya 3 tipe mahasiswa dalam moment libur panjang.
jika anda mahasiswa, ada dimanakah anda?
Selasa, 23 Juni 2009
marhaban ya rajab!
Ya Allah, jadikanlah bulan rajab yg mulia tahun ini sbg jembtan menuju ramadlan-Mu yg pnuh brakhah. rajab-Mu yg penuh bunga,biarkan aku me2tiknya. Kuatkanlah aku, agar tak gentar dengan durinya. Agar istiqomah senantiasa... Amin. Tak ada yg kuasa mmbri jaminan, kcuali Engkau wahai raja diraja!
marhaban ya rajab!
Ya Allah, jadikanlah bulan rajab yg mulia tahun ini sbg jembtan menuju ramadlan-Mu yg pnuh brakhah. rajab-Mu yg penuh bunga,biarkan aku me2tiknya. Kuatkanlah aku, agar tak gentar dengan durinya. Agar istiqomah senantiasa... Amin. Tak ada yg kuasa mmbri jaminan, kcuali Engkau wahai raja diraja!
Selasa, 02 Juni 2009
Biarkan aku berteman sepi jika ada engkau di sana, biarkan aku kedinginan, jika siraman cintaMu ada di sana. Biarkan tubuhku terbakar, jika ridloMu ada di sana. Tuhan.. Betapa Engkau adalah segala2nya bagiku. Maka berilah kekuatan kpd ku utk membuktinya. Tuhan, betapa aku mencintaiMu. Maka berilah kekuatan padaku untuk bisa menjemput cintaMu. (Okt07)
Sabtu, 09 Mei 2009
Sebuah Puisi M. Agung Wibowo...
Beberapa waktu lalu tnpa sengaja saya melihat sebuah buku dan sempat membacanya beberapa saat. Lalu saya menemukan puisi ini yang mampu membangunkan nurani yang mungkin tertidur atau bahkan MATI!!
Kembali Suci dengan ESQ
Dan kitapun telah ditunggu oleh Sang Maha suci
Disana, di tempat yang suci pula
Pada awal perjalanannya..
Ragapun dimandikan oleh bebrapa insan
Hingga menjadi bersih dari kotor dan noda
Lalu dikenakan helaian pakaian persemayaman
Putih bersih dan menyelimuti sekujur tubuh
Pun, ia tiada menjadikan jiwa menjadi suci pula
Karena…
Sang jiwa harus disucikan terlebih dahulu
Sebelum datangnya masa pemandian raga itu.
Yaitu dengan separuh ber-istighfar
Dan separuh yang lain membangun visi
Istighfar atas kesalahan dimasa yang lalu
Semenjak lahir dan tanpa ilmu dan dosa
Hingga sekarang yang menjadi berilmu dan berdosa
Dan membangun visi berbuat kebajikan
Dari sekarang yang telah beristighfar
Hingga saat bunga kamboja
Jatuh ke atas raga yang berhalang tanah
Bandung, November 2001
2003
Mei - Juni
Dan memang…
Asa dan usaha adalah urusan insani
Sementara hasil adalah milik-Nya
Dia telah telah goreskan hitam dan putih
Bisa dipengaruhi sepenuhnya atau tidak sama sekali
Oleh asa dan usaha yan diperbuat manusia
Namun yakinlah…
Bahwa Dia pasti tidak akan keliru
Goreskan mana yang mesti hitam
Dan mana yang mesti putih.
Kembali Suci dengan ESQ
Dan kitapun telah ditunggu oleh Sang Maha suci
Disana, di tempat yang suci pula
Pada awal perjalanannya..
Ragapun dimandikan oleh bebrapa insan
Hingga menjadi bersih dari kotor dan noda
Lalu dikenakan helaian pakaian persemayaman
Putih bersih dan menyelimuti sekujur tubuh
Pun, ia tiada menjadikan jiwa menjadi suci pula
Karena…
Sang jiwa harus disucikan terlebih dahulu
Sebelum datangnya masa pemandian raga itu.
Yaitu dengan separuh ber-istighfar
Dan separuh yang lain membangun visi
Istighfar atas kesalahan dimasa yang lalu
Semenjak lahir dan tanpa ilmu dan dosa
Hingga sekarang yang menjadi berilmu dan berdosa
Dan membangun visi berbuat kebajikan
Dari sekarang yang telah beristighfar
Hingga saat bunga kamboja
Jatuh ke atas raga yang berhalang tanah
Bandung, November 2001
2003
Mei - Juni
Dan memang…
Asa dan usaha adalah urusan insani
Sementara hasil adalah milik-Nya
Dia telah telah goreskan hitam dan putih
Bisa dipengaruhi sepenuhnya atau tidak sama sekali
Oleh asa dan usaha yan diperbuat manusia
Namun yakinlah…
Bahwa Dia pasti tidak akan keliru
Goreskan mana yang mesti hitam
Dan mana yang mesti putih.
Jumat, 17 April 2009
Untuk yang pertama kalinya...
Aku baru saja 'mencapai' impian jangka pendek ku. Ya! aku baru saja mengajar teman! mengajar anak-kecil yang mungkin bagi sebagian orang menyebalkan, menjengkelkan dan menggeramkan. Tapi bagiku, inilah 'surga' Allah. Tempat dimana kita bisa merasakan nafas makhluk-makhluk Allah yang masih seputih salju. Mereka masih dikelilingi malaikat-malaikat nan jelita. Banyak yang kudapat dari sana. Rasa gemas, rasa iba, ingin tertawa... dan aku melupakan satu hal yang mungkin itu hal yang sangat dekat denganku, karena hampir menjadi kebiasaanku ketika menghadapi sesuatu yang membuatku sulit. Yaitu menangis, Ya! menangis... hey! apa ini?Aku lupa menangis, bahkan aku tak terpikir untuk menangis. Karena aku benar-benar bahagia. Aku tersenyum lepas... karena di sana, I became my self.
Aku membimbing adik-adik itu baru beberapa jam, tapi kebahagiaan yang kurasa demikian hebat. Hingga, jikalau aku diizinkan, mungkin aku ingin tidur dengan mereka saja. HE3.
Aku ingin menjadi Bu Muslimah Kedua...
Aku ingin mendengar salah satu dari mereka menjadi 'otrang hebat' yang tak hanya mbertumpu tangan. I LOVE THEM.. "Perisai HAti"
Aku membimbing adik-adik itu baru beberapa jam, tapi kebahagiaan yang kurasa demikian hebat. Hingga, jikalau aku diizinkan, mungkin aku ingin tidur dengan mereka saja. HE3.
Aku ingin menjadi Bu Muslimah Kedua...
Aku ingin mendengar salah satu dari mereka menjadi 'otrang hebat' yang tak hanya mbertumpu tangan. I LOVE THEM.. "Perisai HAti"
Jumat, 10 April 2009
tulisan ini saya dapat dari teman yang cukup membuat hati saya bergetar... dan menangis..
Ini mengenai NILAI KASIH SEORANG IBU.
Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk di dapur, kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibu menerima kertas tersebut dan membacanya<
Ongkos upah membantu Ibu:
- membantu di warung; 20 ribu.
- menjaga adik 20 ribu.
- membuang sampah 5 ribu.
- membereskan tempat tidur 10 ribu.
- menyiram bunga 15 ribu.
- menyapu 15 ribu.
JUMLAH = 85 ribu
selesai..
Membaca, Ibu tersenyum, mengambil pena dan menulis di belakang kertas yang sama:
- mengandung selama 9 bulan -GRATIS-
- jaga malam karena menjagamu -GRATIS-
- air mata yang menetes karenamu -GRATIS-
- khawatir memikirkan keadaanmu -GRATIS-
- menyediakan makan, minum, pakaian & keperluanmu -GRATIS-
Jumlah keseluruhan nilai kasihQ : GRATIS
Berlinang setelah membacanya, lalu memeluk Ibunya dan berkata, "aku sayang Ibu.."
Kemudian dia mengambil pena dan menulis di surat yang ditulisnya:
"LUNAS"
Mother is the Super Hero in the World...
I So Love U Ummi...
Seorang anak yang mendapati ibunya sedang sibuk di dapur, kemudian menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibu menerima kertas tersebut dan membacanya<
Ongkos upah membantu Ibu:
- membantu di warung; 20 ribu.
- menjaga adik 20 ribu.
- membuang sampah 5 ribu.
- membereskan tempat tidur 10 ribu.
- menyiram bunga 15 ribu.
- menyapu 15 ribu.
JUMLAH = 85 ribu
selesai..
Membaca, Ibu tersenyum, mengambil pena dan menulis di belakang kertas yang sama:
- mengandung selama 9 bulan -GRATIS-
- jaga malam karena menjagamu -GRATIS-
- air mata yang menetes karenamu -GRATIS-
- khawatir memikirkan keadaanmu -GRATIS-
- menyediakan makan, minum, pakaian & keperluanmu -GRATIS-
Jumlah keseluruhan nilai kasihQ : GRATIS
Berlinang setelah membacanya, lalu memeluk Ibunya dan berkata, "aku sayang Ibu.."
Kemudian dia mengambil pena dan menulis di surat yang ditulisnya:
"LUNAS"
Mother is the Super Hero in the World...
I So Love U Ummi...
Kamis, 09 April 2009
Jangan Ambil Ia sekarang...
Aku masih terlalu kanak-kanak untuk kau tingglakan...
Aku masih terlalu egois untuk meniru kesabaranmu...
Aku masih tak bisa menangkap pelajaran-pelajaran darimu dengan hati...
Aku masih ingin menatapku dengan mata batinku, dengan sanubariku dan dengan kisah-kisahku...
Tuhan, atas rahmatMu yang maha luas,
jangan ambil Ia sekarang,
ketika aku belum bisa dengan mudah membedakan mana putih dan hitam,
ketika aku masih gagap mengartikan sebuah keistiqomahan yang ia junjung tinggi dalam hidup.
Aku mohon dengan sangat Tuhan...
Jangan Ambiul Ia Sekarang...
Aku masih terlalu egois untuk meniru kesabaranmu...
Aku masih tak bisa menangkap pelajaran-pelajaran darimu dengan hati...
Aku masih ingin menatapku dengan mata batinku, dengan sanubariku dan dengan kisah-kisahku...
Tuhan, atas rahmatMu yang maha luas,
jangan ambil Ia sekarang,
ketika aku belum bisa dengan mudah membedakan mana putih dan hitam,
ketika aku masih gagap mengartikan sebuah keistiqomahan yang ia junjung tinggi dalam hidup.
Aku mohon dengan sangat Tuhan...
Jangan Ambiul Ia Sekarang...
PEMILU yang Kian Kehilangan Wibawa
Pemilihan Umum (PEMILU)yang tadi pagi di gelar seperti kehilangan wibawanya sebagai ajang pesta demokrasi rakyat. Moment yang diadakan 5 tahun sekali itu tak banyak mendapatkan perhatian publik khususnya masyarakat grass root. Rakyat seperti telah kehilangan kepercayaan terhadap apa yang telah dilakukan 'penguasa negeri' selama ini. Mereka telah capek di perdaya oleh bandit-bandit politik. Di 'timang-timang' oleh janji-janji super manis untuk kemudian di 'banting' ketika telah mendapatkan kursi kehormatannya. Sehingga rakyat dilanda traumatik hebat dikarenakan hal tersebut.
Namun, ketua MPR, Hdayat Nur Wahid, sebagaimana yang dilansir oleh harian Jawa Pos edisi Kamis,09/04/09 mengatakan, bahwa kita selayaknya menjadikan moment Pemilu kali ini adalah sebagai ajang "penghukuman" bagi para bandit-bandit politik, yaitu dengan cara tidak memilih mereka yang dinilai mempraktikkan politik kotor dalam kancah perpolitikan negeri.
Mungkin golput bukan pilihan yang bijaksana dalam membantu pemerintah 'mereparasi' perpolitikan bangsa ini. namun ketika hampir semua elite politik telah merusak nama baik politik, masihkah hal tersebut bisa dipercaya?
sebagaimana telahg diketahui bahwa tidak mudah mengembalikan apa yang telah terbangun dalam otak kita dan menjadi pemandangan sehari-hari. mungkin butuh waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan itu.
Akhirnya, untuk para pejuang kebanaran yang masih tersisa yang mengkin terselip diantara mereka para pecundang-pecundang politik, jangan suruit oleh apapun yang menghalangimu. Masih tersisa sepenggal kepercayaan rakyat untukmu....
Namun, ketua MPR, Hdayat Nur Wahid, sebagaimana yang dilansir oleh harian Jawa Pos edisi Kamis,09/04/09 mengatakan, bahwa kita selayaknya menjadikan moment Pemilu kali ini adalah sebagai ajang "penghukuman" bagi para bandit-bandit politik, yaitu dengan cara tidak memilih mereka yang dinilai mempraktikkan politik kotor dalam kancah perpolitikan negeri.
Mungkin golput bukan pilihan yang bijaksana dalam membantu pemerintah 'mereparasi' perpolitikan bangsa ini. namun ketika hampir semua elite politik telah merusak nama baik politik, masihkah hal tersebut bisa dipercaya?
sebagaimana telahg diketahui bahwa tidak mudah mengembalikan apa yang telah terbangun dalam otak kita dan menjadi pemandangan sehari-hari. mungkin butuh waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan itu.
Akhirnya, untuk para pejuang kebanaran yang masih tersisa yang mengkin terselip diantara mereka para pecundang-pecundang politik, jangan suruit oleh apapun yang menghalangimu. Masih tersisa sepenggal kepercayaan rakyat untukmu....
Senin, 06 April 2009
Ketika tak satupun..
ketika semua tak lagi melihatku,
aku berharap kau memandangku.
ketika semua tak lagi memanggilku...
kuharap kau mendendangkan namaku..
ketika semua tak lagi memperhatikanku..
ku harap kau membuatku selalu dalam dekapan hangatmu.
kau datang disaat aku benar-benar dalm kekalutan..
bisa mendengar kau mengatakan hal itu merupakan kebahagiaan yang menjadi angan-angan ku selam ini.
tak kusangka, Tuhan begitu cepat memberi jawaban atas semua ini
dan tak kusangka pula, begitu manis terasa....
terima kasih Tuhan..:)
aku berharap kau memandangku.
ketika semua tak lagi memanggilku...
kuharap kau mendendangkan namaku..
ketika semua tak lagi memperhatikanku..
ku harap kau membuatku selalu dalam dekapan hangatmu.
kau datang disaat aku benar-benar dalm kekalutan..
bisa mendengar kau mengatakan hal itu merupakan kebahagiaan yang menjadi angan-angan ku selam ini.
tak kusangka, Tuhan begitu cepat memberi jawaban atas semua ini
dan tak kusangka pula, begitu manis terasa....
terima kasih Tuhan..:)
Jumat, 03 April 2009
makna 'orang tua'
Tuhan telah memilihkan 2 pasang manusia yang akan melahirkan, merawat, memberi kita pangan, sandang dan papan dan memenuhi seluruh kebutuhan hidup kita tanpa pamrih sedikitpun. mereka yang tuhan titahkan kepada kita untuk memanggilnya dengan sebutan "orang tua". dalam cara memanggil mereka, kita memiliki 'adat' tersendiri. sebagian diantara kita memanggil mereka dengan aba/ummi,mama/papa,ayah/ibu, nyak/ babe atau panggilan-panggilan 'sayang' lainnya.
sebanarnya seberapa 'berhak' mereka dalam memiliki kita? apakah kita sama dengan budak di hadapan mereka? ataukah seperti teman sehingga kedudukan mereka dan kita sebagai anak sama?
kami menunggu komentar anda...
sebanarnya seberapa 'berhak' mereka dalam memiliki kita? apakah kita sama dengan budak di hadapan mereka? ataukah seperti teman sehingga kedudukan mereka dan kita sebagai anak sama?
kami menunggu komentar anda...
Puas..........
tak ada yang perlu di risaukan dalam hidup. satu-satunya yang harus di pikirkan dalam hidup hanya Tuhan. apakah kita telah menunaikan 'janji' sakral kita yang telah terucap dahulu ketika bunda mengandung?,apakah juga kita telah benar-benar memposisikan Tuhan hanya dalam hati sehingga 'kesucian-Nya' tidak terenggut oleh masa dan ruang?, apakh telah kita tanamkan akhlaq kita agar menjadi "makarim"?, apakah orang-orang yang bertitle 'keluarga' telah kita cintai 'secara baik-baik' tanpa menggeser sedikitpun Tuhan dari nurani kita.........
WAKTUNYA BERPIKIR KAWAN...
WAKTUNYA BERPIKIR KAWAN...
Minggu, 22 Maret 2009
Selamat Datang Saudaraku...!
Hai kawan aku memiliki sebuah kisah. Kisah yang mungkin saja dapat menguras air mata kananmu, tidak air mata kirimu. karena untuk mendengarkan kisahku ini tidak membutuhkan kekuatan otak kiri untuk memikirkannya dengan model 'akademik', tapi lebih pada model gesekan biola yang menyayat hati. kau siap mendengarnya kawan...?
sebelumnya, kuucapkan terima kasih dari hati yang terdalam dan tak terhingga tentunya, jika kau bersedia menggunakan hatimu untuk mendengarkan bukan dengan telinga. sebab kata banyak orang telinga hanya mampu mendengar sekian persen dari kedalaman sebuah cerita. sedangkan hati, bisa mendengar bahkan memberikan sinyal solusi jika dibutuhkan nanti.
sebelumnya, kuucapkan terima kasih dari hati yang terdalam dan tak terhingga tentunya, jika kau bersedia menggunakan hatimu untuk mendengarkan bukan dengan telinga. sebab kata banyak orang telinga hanya mampu mendengar sekian persen dari kedalaman sebuah cerita. sedangkan hati, bisa mendengar bahkan memberikan sinyal solusi jika dibutuhkan nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)